|
|
The Breaking Point
Anda sudah rajin olahraga? Jangan
senang dulu, doyan
lari pagi, tapi kurang
asupan
gizi, ternyata
bisa membahayakan
tulang tubuh.
T emukan fakta
terbaru
bahwa
wanita
muda dan
sehat, kini semakin
banyak terancam
osteoporosis.
Baca
artikel ini sebelum
menyesal!.
Selama ini Anda merasa telah menjaga kesehatan dengan
baik: misalnya, rutin memakai tabir surya pelindung kulit
dan Anda memakai susu rendah lemak untuk ngopi. Begitu
pula dalam hal olahraga, teman-teman menjuluki Anda: si
atlet! Tetapi Anda pasti kaget jika kami mengatakan: Anda
masih punya risiko besar terkena osteoporosis!
“Selama berpraktek, saya sering menemui perempuan
muda sekitar 20-30 tahunan dan merasa sudah menjalani
gaya hidup sehat tetapi ternyata terkena osteoporosis,”
ujar Elizabeth Shane M.D., professor medicine and endocrinology dan juga pene liti
osteoporosis dari Columbia University
Medical Center, New York.
“Mereka berusaha meraih bentuk
tubuh ideal dengan cara berolah
raga terlalu keras dan membatasi
asupan nutrisi dengan ketat. Ketahuilah,
gaya hidup semacam ini mempercepat tubuh
kehilang an massa tulang.” FITNESS buddies, inilah
fakta mengerikan yang wajib Anda tahu!
Penelitian di University of Arkansas menunjukkan
fakta yang menakutkan: 15% mahasiswi di Amerika Serikat
kehilangan cukup banyak massa tulang yang mening katkan
risiko terkena osteoporosis; sedangkan 2% dipastikan
me ngidap osteoporosis. Bahkan anak-anak juga mulai
terancam: anak perempuan 56% lebih berisiko patah tulang
lengan dibanding 30 tahun lalu. Penyebabnya adalah kurangnya
asupan kalsium pada anak-anak zaman sekarang.
Intinya, wanita bertubuh kurus cenderung lebih mudah
kehilangan kepadatan tulang pada usia muda. Karena berdasarkan
penelitian di atas, kebanyakan wanita osteoporosis
bertubuh ramping. “Jangankan orang awam. Para ahli
kesehatan pun menganggap osteoporosis adalah penyakit
lansia,” cetus Susan Brown Ph.D, direktur orga nisasi nonlaba
Foundation for Better Bones di East Syracuse, New York.
“Banyak dokter me nganggap tak perlu memeriksa kekuatan
tulang saat ada perempuan muda me ngalami patah tulang.
Padahal, kemungkinan osteoporosis selalu ada.” Bahkan
menurut Susan, di Amerika, lembaga konsultan untuk Departemen
Kesehatan AS –The US Preventive Services Task
Force hanya merekomendasikan cek kekuatan tulang dengan
sinar X pada perempuan berusia 65 tahun ke atas.
Sekarang saatnya dunia menghapus anggapan bahwa
osteoporosis adalah penyakit nenek-nenek, termasuk Anda.
Dengar saja kesaksian Marcia Cronin, perempuan kuat
berusia 30 tahun yang giat berolahraga. Marcia mengalami
patah tulang engkel saat berolahraga pada 2001, dan menemukan
fakta yang mengejutkan.
“Dokter bedah ortopedi amat sangat terkejut de ngan
parahnya cedera yang saya alami. Berulang-ulang dia
bertanya ‘benarkah ini disebabkan hanya karena terkena
anak tangga?’ Setelah dilakukan checkup, barulah kami tahu
bahwa saya telah lama menderita ostopenia (rendahnya
massa tulang, yang merupakan tahap awal osteoporosis),”
jelas Marcia. Setelah menjalani
pemeriksaan, akhirnya diketahui bahwa
kandungan Vitamin D yang pen ting
bagi pembentukan tulang di tubuh
Marcia sangat rendah. Dokter
berpendapat, kondisi ini terjadi
karena tubuh Marcia yang kurus
dan bawaan genetik.
Maka, jangan biarkan nasib
Marcia ini terjadi juga pada
Anda. “Lakukan pemeriksaan
sejak dini. Karena meski pertumbuhan
tulang berakhir saat Anda
berusia 30 tahun, Anda masih bisa
memerangi osteoporosis dengan
mempertahankan kondisi tulang saat
ini,” saran Robert Recker M.D, Direktur
Osteoporosis Research Center di Omaha.
next
|
|